Tampilkan postingan dengan label hobbies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobbies. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

T A B L E T E N N I S






Table tennis atau sebutan lain Ping Pong digemari saya sejak SMP dimana waktu itu teman-teman dekat dikelas mengajak saya untuk ikut pilihan bebasnya Ping pong padahal hati ini ingin ikut kesenian.

Rupanya teman-teman saya ini pada nahir karena ternyata dirumahnya masing-masing ada meja ping pong yang disimpan di garasi mobilnya. Karena mereka teman dekat sekaligus teman main, maka bila kami kumpul ya main ping pong.

Begitupula dengan teman-teman dirumah. Apabila kami kumpul maka dipasanglah meja ping pong dan bermainlah kami dengan system yang kalah diganti.

Setelah saya menempati rumah baru. Dilingkungan tetanggapun diramaikan dengan olahraga pingpong ini yang rata-rata bisa. Ya seperti saya inilah jadi olahraga apapun digeluti walaupun hanya sekedar hobi tidak digeluti secara professional karena kami memang mencari nafkah tidak dibidang olahraga. Jadi hanya sekedar pelepas kesumpekan bekerja. Dan toh kalo kita hanya bermain dilingkungan tetangga, istri-istri kitapun tidak akan was-was dan curiga.

Satu hal, kalo hanya sekedar hobi iseng biasanya tidak akan berlangsung lama. Ada titik jenuhnya. Enaknya. Tidak ada yang memaksakan atau mengharuskan. Kita bisa berpindah hobi dari yang satu ke yang lainnya. Toh disana ada jutaan kegemaran. Legal dan illegal. Untuk yang illegal tentu ada sangsi hukumnya, yang ujung-ujungnya merugikan diri sendiri, dampaknya malah banyakan. Contohnya seperti syair lagu dangdut dibawah ini. Mabuk lagi……ah…..judi lagi…….

So buat reders pilihlah hobi yang legal dan positif.


READ MORE :
> SEJARAH TENIS MEJA

B I L Y A R D

Bermain Bola sodok itu memang mengasikan terlebih lagi untuk remaja dan yang muda-muda-muda (boys and Men). What about the girls ? kayaknya untuk cewek ditempat seperti ini, sengaja main Billiar – kayaknya tabu – pada waktu itu ntah kalo sekarang.



Saya sendiri sih andai punya pacar nggak bakalan saya ajak ketempat ini. Justeru ditempat inilah biasanya Player ingin ditemani Waitress cantik, seperti halnya saya dan kawan-kawan selalu memilih waitress cantik and sexy tapi kalo stock habis yang adapun jadilah. Lho emang tugas waitress itu apa sih kan Cuma nulisin score aja. Betul, tapi kenapa kadang waitresspun gak mau nulis score. Cut…..caut………ko jadi debat.

Tempat bermain Billiard yang paling enak menurut saya di Horizon Billiard . di tempat ini sambil bermain Billiard kita bisa melihat orang yang asyik berenang dikolam renang Horizon yang hanya dibatas dengan kaca tebal hitam. Selain itu ditempat ini ada fasilitas plusnya – jangan ngeres dulu – yaitu kita bebas minum Kopi atau Teh manis gratis walaupun bikin sendiri harusnya sih waitress itu sendiri yang buat. Itulah kelebihan tempat ini disbanding dengan tempat lainnya.

Tempat Billiard ini tak jauh dari sekolah kami hanya seratus meter dihitung dari halaman belakang sekolah kami atau dari lapangan bola kami. Jadi kalo kami mabal (bolos pelajaran) tidak lewat depan yang ada Satpamnya melainkan lewat lapangan bola and loncat pagar tembok. Lolos dah……….

Ada kisah prihatin kawan kami, sebut saja namanya si Dull. Dari orang tuanya dia dapat jatah tiket bensin, misalkan tiket bensin itu lima liter. Diisinya tanki motor dua liter kemudian yang tiga liternya ditukar dengan uang dan uangnya tentu buat main Billiard. Ada-ada saja.

Dan ada-ada juga ulah saya ini. Please don”t follow me. Sayapun hanya melakukannya sekali. Malam itu dibulan Ramadhan saya pergi ke Alun-alun pusat kota Bandung bareng teman berniat belanja pakaian Lebaran. Dasar hobi main Billiard, kami putuskan untuk main dulu. Ditempat Billiard kami ketemu kawan lagi, dan kawan ini mengajak saya untuk bermain taruhan. Jadilah saya main. Dari segi keahlian saya jago namun dari segi kebiasaan saya kalah. Maka ludeslah uang untuk beli pakaian lebaran itu. Bingung, bagaimana menjawab pertanyaan orang tua nanti. Ujung-ujungnya saya pinjem duit pada teman untuk beli pakaian baru. Murahpun tak soal yang penting baru dan ada bukti untuk orang tua. Ada – ada Saja Saya………..ah…………

B A D IM I N T O N

Sejak sekolah dasar saya suka bulutangkis. Kenapa ? karena sekolah dasar saya di bandung punya gedung olahraga bulutangkis, mungkin satu-satunya sekolah dasar di bandung yang memiliki gedung bulutangkis. Bukan berarti sekolah lain gak ada lahan ataupun dana. Kayaknya mereka berpikir untuk apa. Padahal pengenalan sejak dini itu bagus. Ah mungkin mereka gak mau repot aja.

Karena gedung olahraga ini masih di lingkungan rukun warga kami, maka kamipun para taruna karya dapat jam main digor ini. Ya ini setelah saya remaja tentunya, setelah saya lulus dari sekolah dasar.

Namun itu , kegemaran saya ini tak dijadikan Profesional, Cuma hiburan semata. Ntah katrena tidak didukung atau karena tidak ada niat. Ntahlah… Namun yang jelas dengan banyaknya hiburan memiliki banyak kegemaran, hidup ini jadi asik. Tidak menjenuhkan. Banyak bergaul. Banyak teman.

So, buat para Readers perbanyaklah kegemaran. Buatlah hidup ini asik. Dan janganlah dibikin susah, karena hidup itu sudah susah.

Dibawah ini ada bait nyanyian Sunda.

Badminton dimana – mana (Badminton dimana-mana)
Dikampung jeung dikota (didesa dan dikota )
…………………………
Kok na kubulu entog (Koknya dari bulu bebek)
Net na kusamping butut (Netnya dari sarung jelek)

read more :
SEJARAH BADMINTON / BULUTANGKIS

Note :
Salam untuk Agus Purnomo teman kelas waktu di SMA yang jago main Badminton.

R E C R E A T I O N

Siapa sih yang nggak suka rekreasi? Apalagi kalo banyak duit. Saya aja yang nggak punya duit hobi rekreasi. Cuma karena duitnya sedikit ya tempat rekreasinya disesuaikan. Paling-paling ke Jakarta. Disana kan banyak tempat wisata seperti Taman Mini Nasional atau Taman Impian Jaya Ancol atau kalo ke Puncak paling ke Taman Safari atau Taman Buah. Kalo ke Pantai paling ke Pantai Pangandaran atau ke Situ Cileunca di Pangalengan atau Situ Patenggang di Ciwidey. Dan untuk berenang paling ke kolam air panas seperti ke Ciater Subang atau Cipanas Garut, atau Cimanggu Ciwidey. Dan untuk Gunung paling ke Gunung Tangkuban Perahu.

Ketempat rekreasi diatas tentunya saya tidak sendiri paling bareng teman-teman dirumah atau bersama teman-teman sekolah dan kini tentunya bareng keluarga bersama istri dan anak, tempat tujuannya ya seperti diatas.

Sekali lagi pengennya sih rekreasi tu keliling dunia atau minimal ke Negara tetangga tapi karena keuangan tidak memungkinkan, domestikpun jadilah, karena pada dasarnya rekreasi ini mencari hiburan atau kata lain refreshing. Kepuasan hiburan itu sendiri kan tidak dinilai dari nilai yang kita keluarkan kecuali dalam hal prestige mungkin iya. Ya mudah-mudahan saja suatu hari nanti keinginan ini tercapai. Tidak dari duit sendiri, mungkin diajak anak, atau mungkin dapat undian atau mungkin banyak kemungkinan lain. Udah ah ngaco…………. So buat readers kalo mau rekreasi ketempat yang tidak disebutkan diatas, ajak-ajak saya ya. Malu-maluin….Terimakasih………….

V O L L E Y B A L L


Sejak Sekolah dasar saya ikut latihan Volley walaupun badan saya tidaklah tinggi, beda dengan adik-adik saya yang rata-rata tinggi, namun itu tidaklah menjadi hambatan seperti support guru saya bahwa Bugi Gustaman pun pendek. Siapa dia ? yang jelas dia adalah pemain volley. Saya sendiripun sampai sekarang belum pernah lihat fotonya. Buat readers yang punya fotonya, tolong kirimi saya ok. Thanks……

Dilingkungan saya tinggalpun ada Lapangan Volley. Sewaktu remaja setiap sore saya sering main, Cuma sekarang sudah jadi lapangan refleksi sekaligus tempat penyerapan air. Kasihan ya kalo hidup dikota, berbagai cara dilakukan untuk tidak kekurangan air.

Ada cerita kami – anak-anak Taruna Karya – dimana waktu itu net dan bola volley sudah jelek-jelek. Kebetulan didaerah kami ada rumah border, penjaja cewek. Si Erwin teman saya puny aide mau minta sumbangan, dan kamipun pergi kesana menemui pemiliknya meminta sumbangan atas nama Taruna Karya untuk beli net dan bola volley. Diberinya kami 50 ribu. Uang segitu waktu itu besar. Terbukti masih ada sisa buat beli rokok.

Kini sayapun beli rumah yang didepannya ada Lapangan Volley. Minimal satu minggu sekali saya main, sampai saya jarang bermain lagi setelah mengalami cidera tangan kiri dimana jari manisnya sakit, ya sampai kini tangan itu sakit, Cuma karena tidak begitu mengganggu, saya tidak menghiraukannya..

READ MORE :
SEJARAH VOLLEY BALL / BOLA VOLI

C O O K I N G

Hobi yang satu ini tidak hanya mampu bikin Super Dog alias Super Mi pake Ndog atau telur tapi saya bisa mempariasikannya supaya tidak bosan selain itu juga saya bisa mempariasikan Nasi Goreng mulai dari bumbu sederhana yang hanya pake garam, bawang merah dan sedikit pecin karena pada dasarnya Nasi goring itu ialah Nasi hangat saat dimakan dan sedikit bumbu itulah yang membedakan dengan nasi dari Magic Com yang juga hangat.

Kenapa saya hobi menggoreng nasi karena Fried Rice ini sesungguhnya adalah Fast Food seperti halnya Mie Instant jadi tidak perlu menunggu sayura atau Lauk Pauk masak.

Saya yakin Readers-pun suka bikin Nasi Goreng atau bahkan beli Nasi Goreng, iya kan. Namun dari segi effisiensi membuat sendiri itu biayanya jauh lebih murah karena tidak ada Cost Upah toh kita sendiri yang bikin. Nah atas dasar itulah saya hobi membuatnya.

Setelah punya anak ,saya makin rajin lagi maksudnya untuk memotong biaya jajan anak walaupun pada kenyataanya biayanya terkadang lebih besar. It’s Okay karena dari segi Hygienis itu seratus persen halal.

Yang saya olah pun tidak hanya berupa Super Dog atau Fried Rice tapi makanan lainnya seperti kue kue yang bahan dasarnya terigu. Seperti bikin bala bala – kalo orang sunda pasti tahu – Alhamdulillah kami sekeluarga paling hobi makan yang satu ini kalo gak ada duit dijadikan sebagai pelengkap Nasi tapi kalo ada duit ya sebagai cemilan. Makan bala bala ini harus hangat hangat kalo sudah dingin gak enak.

Untuk resep masakan itu sendiri bisa dengan mudah kita peroleh semisal Tanya teman atau keluarga atau resep yang kita peroleh dari bungkus produk bahan kue itu sendiri. Pokoknya kita punya waktu untuk mencobanya atau tidak. Yang terutama sih Stimulus untuk bikin masakan itu tidak takut gagal atau tidak KARENA KEDUA FAKTOR ITU MERUPAKAN KUNCI KEBERHASILAN.

Setelah berhasil pasti ketagihan. Dan nantinya bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan tentunya. Semisal kita buat gorengan kemudian dititip di warung-warung. Lumayan kan.

Saya-pun pernah mengalami disaat tidak punya penghasilan, saya mencoba berjualan gorengan dan es campur dihalaman rumah sendiri. Alhamdulillahm Allah memberikan rizkinya.

Insya ALLAH kedepannya andai diberi jalan saya ingin punya Rumah Makan, karena menurut saya usaha ini menjanjikan. Doain aja. Amin…….!!!

P L A Y I N G C H E S S

<script type="text/javascript" src="http://adhitzads.com/316421"></script>

Ketertarikan minat akan permainan ini adalah berawal saat seseorang dating kerumah memberikan hadiah buat Ayah saya karena memenangkan pertandingan Catur tingkat Rukun Warga dalam rangka HUT R.I..

I asked to my father. How to play is. Sayapun diajarinya. Ternyata permainan ini mudah, tidak memerlukan tenaga. Susahnya mungkin otak kita harus berpikir agar bisa Check Mate.

Why I like this game. Permainan ini seperti perang-perangan. Ada Prajurit, Panglima dan Kaisar. Sebagai anak kecil – Kid – permainan yang disukai pasti perang-perangan. Tak salah kalo orang tua kita memberi mainan seperti Prajurit-prajurit Tentara yang sedang pegang pistol atau berperang.

Dengan terus menerus bertanding dengan Sang Ayah, lama kelamaan otak sayapun sudah terasah tajam dan senantiasa memenangkan permainan. Rupanya adik saya – Hendi – menyukai olahraga ini, jadi lawan tandingpun bertambah.

Karena permainan ini banyak peminatnya maka satyapun sering bertanding dengan teman-teman dirumah. Saat SMA bahkan saya sering begadang – khusus malam libur – dirumahnya Jano.

Setelah memiliki rumah – dilingkungan RT atau RW – setiap HUT RI selalu diadakan lomba ini. Hasilnya, apa yang diperoleh oleh Ayah saya dulu kini saya mengalaminya, walaupun levelnya masih tingkat RW namun Prestigenya International. Haha……
Sampai saat ini dan selama saya bisa berpikir. I love this game. Gak perlu pake duit dan gak perlu lapang besar. Sok siapa yang mau ngajak tanding, hehe…nggak .

R E C R E A T I O N

Siapa sih yang nggak suka rekreasi? Apalagi kalo banyak duit. Saya aja yang nggak punya duit hobi rekreasi. Cuma karena duitnya sedikit ya tempat rekreasinya disesuaikan. Paling-paling ke Jakarta. Disana kan banyak tempat wisata seperti Taman Mini Nasional atau Taman Impian Jaya Ancol atau kalo ke Puncak paling ke Taman Safari atau Taman Buah. Kalo ke Pantai paling ke Pantai Pangandaran atau ke Situ Cileunca di Pangalengan atau Situ Patenggang di Ciwidey. Dan untuk berenang paling ke kolam air panas seperti ke Ciater Subang atau Cipanas Garut, atau Cimanggu Ciwidey. Dan untuk Gunung paling ke Gunung Tangkuban Perahu.

Ketempat rekreasi diatas tentunya saya tidak sendiri paling bareng teman-teman dirumah atau bersama teman-teman sekolah dan kini tentunya bareng keluarga bersama istri dan anak, tempat tujuannya ya seperti diatas.

Sekali lagi pengennya sih rekreasi tu keliling dunia atau minimal ke Negara tetangga tapi karena keuangan tidak memungkinkan, domestikpun jadilah, karena pada dasarnya rekreasi ini mencari hiburan atau kata lain refreshing. Kepuasan hiburan itu sendiri kan tidak dinilai dari nilai yang kita keluarkan kecuali dalam hal prestige mungkin iya. Ya mudah-mudahan saja suatu hari nanti keinginan ini tercapai. Tidak dari duit sendiri, mungkin diajak anak, atau mungkin dapat undian atau mungkin banyak kemungkinan lain. Udah ah ngaco…………. So buat readers kalo mau rekreasi ketempat yang tidak disebutkan diatas, ajak-ajak saya ya. Malu-maluin….Terimakasih………….

S K A T I N G

Awal masuk kuliah. Dengan teman-teman baru, saya punya kegemaran baru yaitu main Sepatu Roda, maklum pada waktu itu di Bandung ada arena bermain sepatu roda namanya Roller Skates dan Lipstick. Tiket masuknya berkisar enam sampai delapan ribu.

Ditempat ini yang baru belajar dan yang sudah mahir bercampur baur. Saya sendiri sih sedikit bisa, karena semasa kecil suka main di tetangga, jadi disini tinggal dilancarkan. Dan bagi yang belum bisapun saya rasa ditempat ini cepet bisanya.

Lapangannya berbentuk bulat dimana ada tanjakan dan turunan. Yang paling seru saat berbaris memanjang ke belakang bagaikan sebuah ular. Disini yang dibelakang memegang yang didepan. Baik pundak maupun pinggang. Baik kenal maupun tidak kenal. Tak perduli perempuan atau lelaki. Saya sendiri sih sebagai lelaki tentunya harus perempuan. Jadi lumayanlah megang pinggang gratis. Kurang asem ya. Benar…lebih dari itu saya memang kurang ajar. Saya akui. Disaat berbaris memanjang bagai ular meliuk-liuk mengelilingi arena. Setelah beberapa kali memutar, biasanya saya suka jahil. With condition in front of me is a girl. Kaki saya dibuat seolah tak sengaja membentur yang didepan agar supaya jatuh dan memang selalu jatuh. Maksudnya disaat jatuh itu saya harus menimpanya, lalu bilang I love You, tidak wah….saya minta maaf dan kemudian berkenalan.

Ada juga hal yang mengkhawatirkan, saat kami kehabisan uang, tenggorokan kering. Teman saya berputar menuju meja yang ada minumannya sedang si Mpunya asik berselancar, disambarnya minuman itu dibawanya kemeja kami. Saya sendiri meminumnya karena saya pikir dia membelinya. Sialan…..Penyakit…..

Ruangan Skating ini temaram. Hanya lampu redup serta lampu kelap-kelip yang diiringi musik disco, jadi wajarlah kalo tempat ini diminati muda-mudi. Kenapa ya muda-mudi senang suasana yang temaram? Please submit your opinion here. Thank you……!!!

S H O P P I N G

Hobi yang satu ini harus banyak duit as we know barang yang dibeli pake uang bukan daun. Buat sobat Readers yang gemar shopping harap sesuaikan pengeluaran dengan pendapatan, dan yang masih ditopang ortu harus mawas diri jangan besar pasak daripada tiang. Apaan tu….?

Sayapun gemar shopping setelah saya punya penghasilan alias sudah bekerja tentunya. Selama itu keinginan saya selalu ditahan, maklum pensiunan ortu/kakek tidak seberapa yang hanya berpangkat luitenant.

Saya tinggal dipusat Kota Bandung. Tentunya mudah bagi saya untuk tergoda belanja, didukung gaji saya yang lebih dari cukup untuk seorang bujangan. Akibatnya uang gaji banyak dibelanjakan di departemen-departemen store itu – waktu itu belum ada mall – seperti Ramayana dept. store, Matahari dept. store, Yogya dept. store, Merlin dept. store dan store-store lainnya. Waktu itu belum ada mall.
Pernah suatu hari dihari minggu menghadapi senin, pakaian belum dicuci dan yang ada bosen – maklum kerja di swasta gak pake seragam – department store deket, duit ada, beli dulu jadinya pakaian untuk besok senin. Enak ya kalo banyak duit. Sombong…..

Jenis barang yang saya beli tidak hanya pakaian. Setelah saya merasa pakaian saya cukup untuk satu bulan gonta-ganti, sayapun beralih mulai belanja barang-barang rumah tangga seperti Televisi, Kompor gas, Meja tidur besar, Meja rias dan kebutuhan rumah tangga lainya. Satu contoh : Garpu dan sendok. Malu deh.

Pada dasarnya barang yang saya beli untuk diri sendiri, setelah terpenuhi baru membeli barang-barang yang punya fungsi untuk pasangan hidup. Jadi pada saat itu pacar saya bangga dengan tabungan hidup kedepan saya. Mungkin hanya dua pacar terakhir saya, yaitu susi dan tati yang dimenangkan oleh tati. Baca di tag loves susi dan tati..

For all of readers yang punya banyak duit janganlah berfoya-foya, pergunakanlah untuk hal-hal yang nantinya bermanfaat. Sekali-kali nraktir kawan lama tak apalah tapi jangan sekali dua kali nraktir orangtua. Ingat juga mungkin hari ini kita diberi kecukupan, esok hari tiada yang tahu, jadi janganlah terlalu berbangga hati dengan apa yang kita punya sekarang karena roda selalu berputar.

Sekali lagi belanjakanlah untuk apa yang kita butuhkan dan bermanfaat. Keduanya dermakanlah atau zakatkan uang yang kita punya semoga di akhirat nanti hidup kita tidak sengsara. Amin……!!!

S W I M M I N G

Sewaktu kecil saya dan adik-adik suka diajak Ayah berenang. Kemudian di Sekolah Dasar, sayapun dilatih berenang. Dan dilingkungan rumahpun bersama teman-teman sering pergi berenang. Sebabnya sih mungkin tempat kami tidak begitu jauh dari kolam renang, namanya kolam renang Tirta Water.

Ada cerita lucu bersama teman-teman dirumah. Karena kami hobi dan sering berenang. Kami cari cara yang effisien – prinsip ekonomi – untuk berenang dikolam renang Tirta Water ini. Dalam artian kalo berenang berenam harus bayar enam ribu rupiah, dicari jalan bagaimana supaya bisa bayar setengahnya atau tiga ribu rupiah.


Setelah negosiasi dengan pengawas kolam renang – jefri – yang sekaligus pelatih renang ditempat itu, akhirnya disepakati kalo mau berenang bawain saja Miker (minuman Keras) . ujung-ujungnya setiap kami mau berenang terlebih dahulu kami beli Mansion House (Minuman beralcohol kategori A).

Masuk SMA. Sekolah kami berenang di Hotel Horizon – hotel berbintang lima kini – keren kan. maksudnya di Horizon Plaza samping Hotel itu Karena memang letaknya dibelakang sekolah kami. Fasilitas kolam yang ada ialah kolam arus, kolam air panas, dan kolam ombak. Kolam arus dimana airnya mengalir berputar mengelilingi kolam sedang kolam ombak, airnya bagaikan ombak seolah-olah kita sedang berenang di laut.

Untuk berenang dilaut, biasanya setahun sekali dimusim liburan, saya dan teman-teman dirumah pergi ke Laut Pangandaran. Ada cerita, waktu itu saya berenang sendirian ditepi pantai pasir putih pangandaran. Ombaknya begitu kuat menerjang pantai juga sebaliknya mendorong saya ketengah, saya tergulung oleh ombak yang dating dari laut dan pantai. Saya kecapaian, saya acungkan tangan meminta bantuan teman-teman yang lagi santai ditepi pantai. Kulihat malah seorang turis mulai berdiri. Akhirnya saya tenggelam. Saya tidak menyerah. Saya berenang menyelam menuju tepi pantai, sampai akhirnya mencoba menginjakan kaki kedasar pantai. Lega rasanya saat pasir terasa dikaki. Lebih lega lagi saat merasakan bisa bernafas walaupun dengan berjinjit. Perlahan berjalan mengimbangi ombak menuju tepian. Sungguh pengalaman yang menegangkan. Trauma bila berenang dilaut masih dirasakan sampai kini.

Jadi paling kini saya berenang dikolam air panas seperti di Ciater Subang, Cimanggu Ciwidey atau Cipanas Garut. Sebetulnya ditempat ini bukanlah berenang tapi lebih tepatnya berendam.

Ok itulah hobi berenang saya, buat readers yang mulai hobi, janganlah merokok karena yang saya rasakan dengan merokok nafas semakin pendek dan mudah capek. Jadi acara berenangnya gak seru yang ada hanyalah acara merokok. Iya ko.


READ MORE :
- SEJARAH OLAHRAGA RENANG

T O U R I N G

Touring Berkendara itu kesukaannya orang-orang yang berjiwa muda. Kenapa berjiwa muda? Karena tidak selalu harus orang muda yang melakukan ini. Seperti Tour de Bali dengan mengendara Motor ataupun Mobil.

Disini saya akan menceritakan saat saya pergi ke Lampung tepatnya menuju Liwa. Dengan berkendara mobil Kijang Kotak tahun 82 yang saya beli empat hari sebelum keberangkatan dengan harga tiga belas juta akhir tahun 2006 tujuan menyambut tahun baru 2007 di kota Liwa, Lampung.

Saya pergi satu mobil dimana yang ikut adalah Ayah saya, Ibu tiri saya, dan adik-adik tiri saya. Kami berangkat malam hari. Di tol Cipularang ban belakang meletus untung bannya Tubeless jadi tidak membahayakan. Kami menepi dan menggantinya dengan ban serep. Mengingat perjalanan jauh saya memutuskan untuk keluar tol Cikampek guna menambal ban yang tadi bocor. Setelah itu masuk lagi langsung menuju Pelabuhan Bakahuni Merak. Untuk melakukan penyeberangan dengan Kapal Fery yang kurang lebih tiga jam waktu penyeberangan.



Pagi hari kami sudah sampai di KotaBumi Lampung dirumah adik saya – Tika – dan esok paginya langsung menuju Liwa masih kerumahnya Tika.

Di Liwa saya sibuk servis mobil, karena ternyata satu rem belakang tidak balik lagi alias macet yang membuat Velg dan juga ban panas mengakibatkan Ban bocor.

Karena sudah dibenarkan, dan sudah menganggap bagus, saya ditemani dua orang Lampung pergi berjalan-jalan ke Laut perbatasan Bengkulu. Namun pulangnya ban kembali bocor karena rem macet lagi. Sialnya kunci roda selek sehingga tidak bisa dibuka. Dipaksa jalan itu tidak mungkin. Hamper mobil kami tinggalkan karena posisi waktu itu ditengah hutan disamping jurang jam delapan malam. Kami bertiga ketakutan. Sejam kemudian ada mobil lewat meminjamkan kunci roda. Alhamdulillah akhirnya bisa diganti.

Besoknya kembali diservis karena malamnya berencana pulang ke Bandung untuk menghindari resiko perjalanan jauh ini.

Ditengah perjalanan remnya kembali macet kini mulai terasa ngeblokir – ngebanting – andai di rem. Jadi sapun gak bisa ngebut hanya 70km perjam. Begitupula saat masuk tol Merak menuju Bandung maximal 90km perjam. Diatas itu saya tidak yakin bisa menahan stir mobil. Me-rem-pun ancang-ancang dari jauh tidak sekaligus agar mobil tidak terlempar, sungguh suatu hal yang menegangkan yang membutuhkan konsentrasi penuh.

Selama perjalanan baik pergi ataupun pulang saya sambil ngemil Kacang Sukro – suuk dijero – jadi mulut saya ngunyah terus. Dan makan sukro tidak membuat kenyang. So buat readers bolehlah dicoba jika melakukan perjalanan jauh.

Untuk berkendara Motor. Saya tempuh perjalanan Bandung Bangka dengan menggunakan Suzuki Smash tahun 2005 akhir tahun 2008 kemarin.

Sehabis sholat subuh, start dari rumah adik – Hendy – pergi menuju Kota Bogor masih ke rumah adik. Yang jadi soal untuk motor bebek ini saat isi bensin dimana saya harus bongkar muat barang bawaan yang diikat di jok belakang, maklum isi tankinya sedikit.

Sesampainya di Bogor sebelum meneruskan perjalanan saya ganti shock breaker karena dirasa sudah tidak main lagi pernya alias mati bikin pinggang sakit.

Dari Bogor langsung menuju Pelabuhan Tanjung Priok karena sesuai informasi ada kapal yang akan berangkat dan tiketnya dibeli ditempat. Kapal ini bukan Pelni tapi kapal swasta yang khusus mengangkut barang. Perjalanan laut yang ditempuh kapal itu kurang lebih 24 jam. Sedang kalo pake pesawat terbang jarak itu hanya ditempuh satu jam saja…….. ku tak bisa…….apalagi ni 24 jam, kesel memang. Tapi itulah moment yang mengasikan..

Sesampai di Pelabuhan Bangka – Pangkal Balem – sayapun harus berkendara menempuh jarak kurang lebih 145km menuju Kota Toboali Bangka Selatan dimana Istri dan kedua anak saya tinggal.

Sebetulnya sih mereka tidak tahu kedatangan saya. Mereka hanya tahu kalo saya ada di Bogor dirumah adik. Dan saya ingin memberikan Surprise. Saya tilpun istri saya ada dimana dan mengatakan kalo saya ada didepan rumah. Istri saya malah bohong kalo dia lagi gak ada dirumah. Mungkin dikiranya saya mengolok. Akhirnya saya tegasin lagi kalo saya ada di pekarangan rumah. Dan istri sayapun ternyata ada diruang depan. Setengah tidak percaya istripun menyambut kedatangan Arjuna. Surprise…………………

W A T C H I N G

Menonton bisa kita bagi dua. Menonton langsung dan menonton tidak langsung / via media seperti televise atau bioskop.

Untuk menonton ini jelas sayapun tidak menyia-nyiakan anugerah panca indera mata, dan dengan menonton tentunya kita berharap terhibur, apalagi kalo kita sedang sedih. Tapi ingat jangan menonton yang tidak-tidak, tak perlu dielaskan, kalo kita memang mensukuri nik,at-Nya.








Tontonan langsung, biasanya saya menonton pertandingan olahraga atau parade band untuk musik. Sedang untuk yang tidak langsung biasanya menonton film. Baik di televise ataupun bioskop. Jenis film yang saya sukai adalah: Action. War dan Comedy. Action harus berbau beladiri seperti diperankan oleh Didi Mitchell, Steven Seagal, Van Dame, Jet Lee, Chow Yun Fat dan lain sebagainya. Untuk perang harus yang nyerempet ke psikolognya bukan heroitic seperti Saving Private Ryan’s. Dan untuk komedi yang benar-benar bisa bikin terbahak-bahak. Hak…….hak…………hak…….!!!

E L E C T R O N I C

Sewaktu duduk di bangku SMP, saya ikut pilihan terkait Elektro. Disini saya diajarkan tentang komponen dan bagaimana membuat PCB. Kemudian disuruhnya membuat Bel Burung.

Selain disekolah. Dirumahpun ada Paman yang gemar mengotak atik elektro padahal dia seorang guru (bukan guru elektro), maka sayapun menimba ilmu (bukan menimba sumur).
Dilingkungan tetangga waktu itu Booming Intercom, maka kembali saya merakit Intercom. Biayanya tentu jauh lebih murah dibandingkan membeli. Disini saya bertemu dengan para pakar elektro. Sebut saja Kang Geng dan Tobing. Dirumahnya saya belajar karena fasilitasnya lengkap. Maklum mereka menerima Service elektronik. Selain itu mereka juga menerima Order dari temannya merakit Mobile Phone.

Jadi pada waktu itu pebisnis-pebisnis hanya menggunakan Telepon Mobil dan benar benar dipasang dimobil biar mudah chargernya. Tak heran kalo pada waktu itu mobil banyak antenanya. Antenna radio, Antena komunikasi jarak jauh seperti Orari dan Antena Telepon Mobil. Kebayangkan ramainya mobil dengan antenna yang minimum tingginya satu meter. Bersyukurlah kita Manusia diciptakan ALLAH dengan kelebihan berpikirnya.

Lalu segede apa sih tyeleponnya. Saya diajaknya ke Toko Tas. Dibelinya tas koper yang kalo dipilem-pilem suka dipakai transaksi nyimpen duit. Tas besar berbentuk kotak dan tebal. In English is suitcase I think. Didalam tas itulah dirakit sebuah telepon. Kasarnya sih telepon rumah dimasukin tas koper Cuma tidak pake kabel pan sudah diganti antenna.

Hobi saya akan elektronik ini tidak berkembang, karena satu kelemahan saya yaitu Takut Kesetrum , sejak perpindahan Voltage dari 110 ke 220 Volt banyak cerita-cerita yang menakutkan. Jadi aja pengecut.

P L A Y I N G M U S I C



Bermain musik akhirnya menjadi kegemaran saya, walaupun saya tidak begitu jago memainkannya cukup untuk menghibur diri sendiri, lumayanlah daripada tidak sama sekali.

Gitar yang saya pakai bukanlah gitar saya, melainkan punya adik saya, namun gitar itu saya rawat sejak saya masih bujang sampai anak saya berusia 9 tahun, sampai bulan juni 2008 dimana saya harus meninggalkan Kota Bandung.

Gitar itu saya jual tanpa sepengetahuan adik. Mungkin sekarang dia tahu setelah membaca tulisan saya ini. Saya minta maaf. Gitar itu saya jual kepada saudara saya alias tetangga saya seharga 50 ribu beserta sarungnya.

Selain gitar sayapun suka Keyboard yang tidak begitu canggih namun cukup bagus untuk dimainkan yaitu Casio C-100. dibeli saat saya mau ikutan Loba Cipta Lagu Kemerdekaan. Belajar mencipta lagu dengan Keyboard.

Untuk mencipta lagu ini saya termotivasi oleh Angga – kakaknya sobat saya, duller – dia pernah juara di ajang lomba cipta lagu remaja.

Untuk lomba cipta lagu remaja inipun saya pernah ikut serta. Namun dari kedua ajang lomba yang saya ikuti yernyata tidak ada pemenangnya. Aneh kan. Dari situ akhirnya saya tidak pernah ikutan lagi ajang lomba-lomba cipta lagu.

Keyboard yang saya miliki inipun nasibnya tak ubah seperti gitar. Keyboard ini harus saya titipkan di Babe (barang bekas) jl. Martadinata untuk dijual. Alhamdulillah karena inflasi harga jualnya lebih tinggi dari harga beli. Dua kali lipatnya. Saya beli dengan harga 300 ribu tejual dengan harga 600 ribu dalam waktu tiga hari.

Ternyata harga baru saat itu di toko jalan ABC harganya satu juta lebih jadi sesuailah untuk harga barang second.

Kini alat musik yang ada hanyalah sebuah Suling. Itupun bukan milik saya. Kepunyaan adik istri saya. Untuk sekedar hiburan dan tantangan mencari not-not yang enak didengar walau untuk diri sendiri jadilah.

Hidup di dunia bagaikan memainkan music – mencari nada-nada harmonis – dan sangatlah berarti bila bisa dinikmati khalayak banyak.
Kata lain……..
Kita hidup perlu uang – carilah uang yang halal – dan uang itu akan sangat lebih bearti bila kita bisa beramal dan berzakat.

Share this:

L I S T E N I N G M U S I C

Saya paling hobi dengerin musik. Alhamdulillah ALLAH mengaruniai telinga yang normal artian tidak Tuna Rungu, semoga para pembacapun demikian. Bersyukur atas karunia dan nikmat ini.

Didalam mensukurinya, hindarilah mendengarkan omongan-omongan yang tak karuan atau yang tidak baik, tapi untuk hal-hal yang bagus jangan sampai masuk telinga kiri keluar telingan kanan. Ok.

Begitupula didalam mendengarkan lagu, dimana kita hobi lagu-lagu barat, sering kita membuat kesalahan. Syairnya sering kita nyanyikan karena alunannya enak padahal artinya muak alias jorok. Tapi tak apalh yang sudah, sudah, karena ketidaktahuan. Dan mulai sekarang berhati-hatilah. Saringlah dengan telinga percuma ada gendang telinga sebelum terucap lewat mulut. Setuju……….?!




Untuk lagu-lagu yang saya dengarkan. Tentulah banyak. Yang jelas lagi top Hits, saya enjoy menikmatinya. Kalo dulu sih paling lagu-lagunya The Beatles, Rolling Stones, Queen dan banyak lagi.

ningAl YngwiE mAlmstEEn mAEn gitAr

D R A W I N G

Untuk urusan menggambar ini saya hobi banget. Kayaknya ada darah seninya. Saya belajar dari Kakek. Dan kakek sendiri mungkin tidak tersalurkan karena keburu jadi Prajurit .

Sewaktu kecil saya pernah diajaknya ke pameran lukisan di sanggar budaya jalan braga. Belakangan saya tahu kalo pelukisnya itu adalah saudara kakek, berarti kakek saya juga. Dia adalah pelukis ternama dikota bandung. Bahkan didirikannya sanggar dan museum dengan namanya yaitu Sanggar Lukis Dan Museum Barli.

Saat dibangku SD, saya pernah dipilih untuk ikut lomba lukis oleh guru padahal saya harus ikut pramuka perjusami (perkemahan jum’at sab’tu minggu). Kawan saya Benny protes. Alhasil guruku marah. Bennypun menangis. Saya sendiripun diam tak berani melawan.

Hobi saya ini terhenti saat saya mulai bimbang dan ragu. Diteruskan atau jangan. Karena ada yang bilang kalo melukis benda hidup itu haram karena dianggap menyaingi Sang Pencipta. Karena takut dosa. Berangsur-angsur saya tinggalkan mencari kegemaran lain.

Untuk para Readers yang hobi melukis, teruskanlah, dan carilah kebenarannya, karena waktu itu saya masih kecil, pikiran saya masih sempit.

Kamis, 06 Oktober 2011

B I R D S





Sejak kecil saya gemar binatang. Menginjak bangku SMP saya pelihara burung dara atau merpati. Melihat tetangga yang pelihara Merpati Pos. dirumahnya dipasang plang Merpati Alap – Alap, ntah apa maksudnya sampai kini saya gak ngerti.

Pelihara Merpati ternyata gampang, mudah berkembang biak. Setelah dirasa banyak saya mulai berpikir menjadikannya duit. Bisnis kecil-kecilan karena masih kecil kalo sudah besar Bisnis besar-besaran. Saya jual per pasang ke Pasar Burung Kebon Kelapa. Satu minggu kemudian merpati yang sudah saya jual itu menclok dirumah. Duit dapat burung kembali. Akhirnya semakin sering saya jual merpati ke pasar dengan harapan cepat kembali kerumah. Dasar masih kecil………

Setelah punya rumah sendiri. Dipeliharalah burung parkit yang warna-warnanya lucu. Dibuatlah sangkar besar dari kawat by myself. Kemudian mulailah saya pelihara burung ocehan atau berkicau. Mulanya yang biasa dan murah, lama kelamaan yang luar biasa dan agak mahal. Seperti : Poksay, Wambi, Murai , Kacer, anis, Jalak dan jenis lainnya.




Rumahpun diramaikan oleh kicauan burung. Dan itulah salah satu kepuasannya. Karena saya bukanlah seorang Maniak yang selalu mengonteskan burung berkicau, mungkin belum. Ada sih kepengen melihat harga burung nantinya bisa dibeli puluhan juta. Menggiurkan. Tapi adakah rizki saya disini. Jika ada kesempatan nanti akan saya coba.

Anak saya juga jadi hafal nama dan jenis burung, maklum anak kecil banyak bertanya. Dan sering saya ajak ke Pasar Burung Sukahaji dihari minggu untuk sekedar beli pakan sekalian lihat-lihat burung. Anggap saja bawa anak ke Kebun Binatang. Selain itu saya berharap dapaet burung bagus dan murah walaupun dirumah sudah ada sepuluh ekor. Bila burung itu digantung diteras rumah. Satu ekor satu sangkar. Maka orang mengira saya penjual burung. Dan memang suka ada yang nanya , “Burungnya dijual ?” saya jawab , “tidak. Punya istri saya”.

Pernah saya pergi ke Lampung ke rumah adik di Liwa. Disana saya mencari burung namun sia-sia karena harganya lebih mahal dari Bandung, mereka tahu harga walau ditepi gunung. Daripada tidak bawa oleh-oleh sama sekali ahirnya saya beli seekor burung Poksay. Dan untuk hobi ini Alhamdulillah saya masih menggelutinya

Rabu, 05 Oktober 2011

B I K I N G







Hobi bersepeda pasti rada menguras energy, namun demikian olahraga ini memang mengasikan. Saya melakukannya biasanya dihari libur bersama teman-teman dirumah, yaitu : Lulu, Erwin, Yudi , Dadan, Agung, Mickey.

Untuk bersepeda santai paling sering tujuan kami ke Puncrut atau Lembang. Kemudian jarak ditambah yaitu ke Ciwidey, dan tour yang paling jauh adalah ke Garut – Kota Dodol..

Jenis sepeda yang Saya pakai jenis sepeda gunung / mountain bike yang pada saat itu lagi ngetrend-ngetrendnya. Perbedaan dengan sepeda balap dari stangnya saja.

Hobi ini saya geluti cukup lama sampai akhirnya kami jenuh atau bosan atau mungkin ada lagi kegemaran lain. Saya sendiri sih waktu itu sepedanya ada yang nyuri padahal disimpan didalam rumah. So untuk beli lagi gak ada duit. Minta orang tua – kasihan – jadi, ya sudahlah, cari hobi lain lagi.



F I S H

Selain gemar makan ikan, sayapun gemar pelihara ikan baik di Aquarium ataupun Kolam. Awalnya sih ntah kenapa anak-anak kecil selalu senang dengan ikan atau binatang-binatang lainnya, kenapa ya. Karena masih kecil mereka tidak bisa memaparkan alasannya, hanya bisa bilang suka dan suka. Lain halnya kalo sudah besar. Jawabannya singkat dan padat. “Bisa menghilangkan Stress”. Hebat kan. Jadi saya ikuti juga jawaban hebat ini.

Saya dan adik-adik menggemari ikan, ditambah Paman saya yang serumah dia gemar juga ikan. Jadi factor lingkungan jugalah yang memprovokasi. Kakek saya bikin kolam dihalaman samping rumah. Ayah saya bawa 50 ekor ikan koki.

balida
Untuk Aquarium setiap kamar itu ada, apalagi diluar kamar. Aquarium itu ada yang beli ada juga yang bikin. Gampang ko buatnya. Pernah adik saya beli Aquarium dari tetangga. Belinya sih murah Cuma bawanya itu repot mesti digotong sama enam orang lelaki remaja baik aquariumnya maupun rangkanya, soalnya aquariumnya gede dan rangkanya dari besi.

Setelah punya rumah sendiri. Selain punya banyak aquarium baik ukuran besar atau kecil. Sayapun bikin kolam – by myself – ukurannya empat kali lima. Selain untuk keindahan ya itu tadi obat stress. Walau saya belum pernah menjadikannya sebagai obat. Atau mungkin tanpa disadari . Be my guess.

koiTernyata adik saya yang bungsu – itu lebih gila lagi – bukan gila hilang ingatan. Dirumahnya selain kolam ada kurang lebih duapuluh aquarium yang ukuran paling pendeknya satu setengah meter, prĂ©cis toko ikan.

Ya itulah hobi, bahkan perannya sejajar dengan istri, tak jarang kita menyebutnya sebagai istri kedua. Lalu bagaimana dengan istri yang sesungguhnya. Bersyukurlah apabila kita ditemani istri yang mengerti akan hobi kita. Alhamdulillah………….