Tampilkan postingan dengan label TARUNA KARYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TARUNA KARYA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2011

M A R I S A

DI daerah rumah saya tinggal. Waktu itu saya kelas 1 sma ada seorang perempuan satu tahun diatas saya bernama MA, menyukai saya.

Terus terang belum terpikir oleh saya pacaran dengan yang lebih tua. Dan tak terpilir juga untuk pengalaman, memangnya apaan, yadi ya cuek saja.

Suatu hari, teman saya Sapturi mengajak berenang. Dia sama pacarnya, dan saya diminta sama ma, yang kesemuanya adalah teman dirumah jadi saling kenal.

Dasar gratis, juga hobi berenang, saya mau aja. Dihari yang ditentukan Kami berempat pergi kekolam renang Cihampelas. Saat itu situasi kolam renang begitu mencekam, salah maksudnya sepi, buat yang pacaran pas banget.

Dasar saya yang polos, culun, lugu, mungkin sedikit blo’on, saya malah asik menyibukan diri. Berenang sendiri. Bermacam gaya-gaya renang saya coba termasuk gaya batu. Saya tak hirau lagi dengan ma dan tak peduli dengan Sapturi yang asik dengan Yayuk. Asik mengajari berenang.

Sampai akhirnya Sapturi menegur saya karena ma memanggil-mangil .

“Itu, ajarin…… Sendiri aja……!!!” Kata Sapturi. Dengan bergetar berdebar kudekati Irma dan sebisa-bisanya kuajari berenang.

Itulah pengalaman saya. Salah satu pengalaman yang membuat saya dewasa. Dan untuk Irma sendiri, saya minta maaf atas kebegoan saya.

Akhir cerita, Saya mengucapkan Selamat karena kamu menemukan jodohnya. Tak disangka suaminya adalah teman saya sewaktu smp kelas dua. Pertemuannya ntah dimana karena saya tak pernah bertanya. Congratulations……………

T I N Y

Usianya 1 tahun lebih tua dari saya, dan sudah bekerja. Sayapun suka menjemputnya tanpa dipinta atau dipinta. Sayapun sering kerumahnya di malam-minggu. Dia dekat dengan saya, tapi ntahlah arti kedekatan ini semua .

Dengannya, saya belajar menjadi dewasa maksudnya dalam hal pemikiran. Bagaimana tidak dia banyak curhat (mencurahkan hati) tentang pacarnya dan saya menjadi pendengar yang baik. Waktu itu saya benar-benar polos. dan tidak tahu harus memberi saran apa. Wawasan saya untuk hal ini masih perjaka maksudnya masih minim sekali

Dia sering mentraktir saya makan. Dan rasanya tak pernah saya mengeluarkan uang. Lalu apa sih saya ini. Ntahlah yang jelas, perasaan saya sendiri waktu itu masih bimbang. Maksudnya berat untuk mengatakan cinta. Dengan alasan, apa benar saya mencintainya, ataukah saya hanya menganggapnya sebagai kakak? Pertanyaaan yang lain, akankah dia mencintai saya yang usianya lebih muda?

Akhirnya waktu menjawab semuanya. Saya sibuk mencari kerja. Dan setelah bekerja, asyik dengan lingkungan baru. Tapi walaupun demikian saya tidak melupakan. Terbukti saya menceritakan kisah kita ini. Salam…………

NOVY ELVIRAY

Dia lah wanita pertama yang menyulut api cinta dalam hati, orang bilang sih Cinta Monyet (jahat bener ko disamakan dengan darwin). Orangnya hitam manis maklum keturunan Pakistan, Gile gua dapet Indo nih. Tapi dasar kami masih kecil jadi arti cinta itu sendiripun gak ngerti. yang pasti pasti malu-maluin, walaupun waktu itu kami sudah berseragam putih biru alias SMP, tapi itulah tadi , polos…. culun….. malu-maluin. Yang jelas sih kami berkenalan, ya hanya berkenalan, bahkan pertemuanpun bisa dihitung dengan ibu jari.

she is lthe first woman thatlove fire at heart, people spells out members sih Calf love ( bad bener ko compared to darwin). Its(the people is sweet black enunciated Pakistan descendant, Gile dapet Indo nih. But base we still be small become meaning of the love isn’t understand, definitive surely losed face, although at that time we have been blue white uniformed alias SMP, but that is the , artless…. culun….. shames. What is clear we met, yes only meets, even the meeting can be calculated with thumb.

I N G E

Dikota Kami waktu itu mewabah demam Intercom tapi tidak menakutkan seperti Demam Berdarah ataupun Demam Malaria. Intercom ini suatu alat komunikasi yang mempergunakan kabel, tidak mempergunakan antenna seperti pesawat ORARI (oraganisasi radio amatir Indonesia),selain itu tidak memerlukan ijin dan biayanya murah, baik bikin sendiri maupun beli.

Komunikasi ini bias berjarak jauh, tergantung sejauh kabel dibentang seperti layaknya Telepon Kabel. Dan biasanya dikelompokan perwilayah RW (rukun warga).

Pada waktu itu RW kami disambungkan dengan RW tetangga. Inilah saatnya atau kesempatan orang berkenalan. Berharap ketemu jodoh. Rupanya ada seorang yang tertarik dengan saya dan mengajaknya KOPDAR (kopi darat / ketemuan langsung). Setelah pertemuan itu, dia semakin menyukai saya.

Dia adalah keturunan Indo-Belanda. Jelas sekali terlihat dari matanya yang biru walau warna birunya sedikit pudar, dan warna rambutnya yang pirang bukan diwarna seperti rambut muda-mudi kini.

Namun saya tidak memiliki perasaan cinta padanya, maaf….. saya tidak bias membohongi perasaan saya. Tapi kalo untuk temenan atau kakak, saya terima. Saya yakin kamu akan mendapatlan yang lebih dari saya. Percayalah…..Kamu cantik. Kamu menarik. Jadi gak usah benci, gak perlu benar-benar cinta. Bohongan aja. Ok……